Bupati Blora Minta PDAM Jangkau Daerah Pelosok

Bupati-Blora-Minta-PDAM-Jangkau-Daerah-Pelosok-01

Telah banyak yang dilakukan Bupati Blora H Arief Rohman, SIP MSi selama melaksanakan program 99 hari kerja pertamanya. Kali ini giliran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Blora "Tirta Amerta" yang dirangkul. Di Ruang Rapat Bupati, Bupati Blora Arief Rohman bersama Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST MM bersedia memimpin Rapat Anggota Tahunan PDAM Blora, Senin 29 Maret 2021. Kepala Daerah Kabupaten Blora Arief Rohman meminta agar layanan PDAM dapat lebih ditingkatkan hingga menjangkau daerah pelosok. 

“Saya harapkan agar PDAM nantinya dapat mendukung program kami supaya airnya lancar terus, PDAM juga harus bisa mensupport daerah-daerah yang belum bisa terlayani air PDAM secara optimal. PDAM harus bisa merencanakan dengan baik untuk bisa menyediakan air bersih bagi masyarakat Blora, terus tingkatkan kualitas pelayanan” tegas Bupati Blora Arief Rohman.

Bupati Blora Arief Rohman menaruh harapan besar pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Blora untuk bisa mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat Blora. Hal ini sejalan dengan salah satu program dari kepala daerah yaitu ‘Banyune Lancar Terus’.

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan bila kedepan akan ada dua potensi sumber air bersih di Kabupaten Blora, yakni Bendung Randugunting Kecamatan Japah dan Bendung Gerak Karangnongko Kecamatan Kradenan. Kedua waduk tersebut sudah dipastikan dapat dijadikan dasar untuk semakin memperluas jaringan PDAM.

Pada RAT PDAM Kabupaten Blora tersebut, Bupati Mas Arief bersama Wakil Bupati Mbak Etik Cepu dengan seksama mendengarkan penyampaian Laporan Keuangan Audited PDAM Blora tahun buku 2020 serta mendengarkan paparan rencana kerja tahun 2021 PDAM Kabupaten Blora.

Kepala Sub Bagian Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Layanan Umum Daerah Bagian Perekonomian Setda Blora, Tulus Prasetyono, SP mengatakan bahwa pada RAT tersebut dibahas pula rencana-rencana pengembangan layanan PDAM kedepannya. Termasuk harapan akan terjangkaunya daerah-daerah yang belum terlayani dengan memaksimalkan potensi air yang ada. 

“Tadi disampaikan bahwa dari PDAM sendiri juga sudah punya program, PDAM juga meminta bantuan dari provinsi untuk pengembangan kesana” jelas Tulus.

RAT-PDAM-Kabupaten-Blora-2021

Kasubag Pembinaan BUMD dan BULD Kabupaten Blora Tulus Prasetyono, SP menambahkan, dengan adanya dukungan Pemerintah Pusat berupa pembangunan waduk Randugunting dan Karangnongko tersebut akan didapatkan air baku sekitar 100 liter per detik. 

PDAM sendiri berharap banyak kepada Pemkab Blora berupa dukungan administrasi agar pelayanan air bersih dapat dikembangkan dengan baik. Sehingga masyarakat yang ada di daerah pelosok bisa terlayani akses air PDAM.

Hadir pada acara tersebut Direktur Utama PDAM Tirta Amerta Kabupaten Blora beserta jajarannya, Kepala Bagian Perekonomian Setda Blora dan Kasubag Pembinaan BUMD dan BLU.

Kualitas Air PDAM Terdahulu

H Arief Rohman SIP MSi hampir dua tahun lalu pernah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi guna memastikan kebenaran laporan masyarakat terkait keruhnya air PDAM Blora cabang Cepu melalui media sosial. 

Didampingi Direktur PDAM Blora, Yan Riya Pramono, SE, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ir. Dewi Tedjowati, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, dan Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariyadi, AP, Wakil Bupati Blora langsung meninjau tiga lokasi guna memastikan kebenaran laporan masyarakat, tercatat pada hari Selasa 11 Juni 2019.

Bupati-Blora-cek-air-keruh-naik-tangga-bak-PDAM-Cabang-Cepu

Lokasi awal yang divalidasi adalah bak tampung di Kantor PDAM Blora cabang Cepu yang ada di dekat Terminal Cepu. Kemudian menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Kabupaten Blora Cabang Cepu dan melihat langsung kondisi air baku dari Sungai Bengawan Solo yang lokasinya berdekatan.

Tempat terakhir yang ditinjau adalah salah satu rumah warga pelanggan PDAM, Sapto Tulus Widodo, yang berada di Kelurahan Cepu, belakang Kantor Camat Cepu. Wakil Bupati langsung melihat warna air yang ada di dalam bak kamar mandi. Sebelumnya di PDAM juga melihat warna air yang keluar dari selang.

“Berdasarkan laporan masyarakat yang masuk melalui akun medsos saya, maka hari ini saya putuskan untuk melakukan pengecekan langsung dengan beberapa OPD terkait. Hasilnya memang airnya berwarna coklat kemerahan seperti teh. Kita akan cari apa penyebabnya,” ucap H Arief Rohman yang saat itu masih menjadi Wakil Bupati Blora.

Menurut Gus Arief, warna air seperti itu diduga akibat pencemaran sehingga perlu dibuktikan dengan uji laboratorium terlebih dahulu. “Kita sudah lihat langsung ke Sungai Bengawan Solo yang berada di dekat IPA PDAM. Warnanya keruh sekali. Ada dugaan airnya tercemar dan infonya dari wilayah hulu. Kemungkinan akibat limbah batik di wilayah Solo hingga Sragen. Akan kita koordinasikan dengan beberapa pihak terkait agar bisa terpecahkan,” lanjut Gus Arief Rohman.

Gus Arief pun meminta PDAM dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengirimkan surat ke Balai Desar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah agar bisa membantu pengujian laboratorium. “Selain itu kita akan lakukan koordinasi dengan Pemkab Sragen, Karanganyar dan sekitarnya. Mohon maaf kepada seluruh pelanggan yang merasa dirugikan, dan mohon doanya semoga proses ini bisa segera clear sehingga bisa kembali menikmati air yang bersih,” tuturnya.

Pada kegiatan tinjauan lapangan tersebut, petugas dari DLH Kabupaten Blora mengambil sample air yang keruh untuk dilakukan pemeriksaan uji laborat agar diketahui apa saja zat yang terkandung pada air tersebut, pewarna apa dan bagaimana tingkat keamanannya jika digunakan. (Heri ireng - Sumber : Blorakab Go Id)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel