Bupati Arief Maksimalkan BAZNAS Kabupaten Blora

Bupati-Arief-Maksimalkan-BAZNAS-Kabupaten-Blora-01

Bupati Blora H Arief Rhman SIP MSi memberikan apresisasi peranan Badan Amil Zakat Nasional. "Peran BAZNAS dalam membantu pemerintah daerah ini luar biasa. Dana zakat yang dikumpulkan dari seluruh ASN, bisa digunakan untuk menolong saudara-saudara kita yang kesusahan dengan respon yang cepat, seperti bedah rumah, menolong pembayaran kesehatan, beasiswa sekolah dan bantuan lainnya. Ini harus lebih dimaksmimalkan," kata Bupati Blora. 

Apresiasi peranan BAZNAS dalam membantu Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Blora, sekaligus pesan untuk memaksimalkan BAZNAS tersebut, disampaikan Bupati Blora Gus Arief pada pembukaan acara Pembekalan dan Pentasyarufan Mustahik Produktif Binaan Penyuluh Agama Islam BAZNAS Provinsi Jawa Tengah untuk Wilayah Kabupaten Blora dan Rembang. Acara tersebut diselenggarakan di aula Saung Mekar Sari pada bilangan embung Ngrowo Karangjati Blora Kota belum lama ini. 

Bupati Blora Mas Arief juga menyampaikan, saat ini Pemkab Blora telah mulai menerapkan kewajiban zakat sebesar 2,5 persen dari gaji pokok ASN untuk ditampung dalam BAZNAS. "Beberapa waktu lalu, sehari setelah saya dilantik, kita langsung teken surat edaran wajib zakat 2,5 persen dari gaji pokok, memang ada yang nanti tidak populis. Tapi kita harus melaksanakan karena ini sudah diatur undang-undang. Kita ingin semakin banyak masyarakat miskin yang bisa dibantu ketika mendapatkan ada musibah atau kesusahan. Maka BAZNAS dengan cepat bisa hadir," terang Bupati Blora.

Bupati-Arief-Maksimalkan-BAZNAS-Kabupaten-Blora-02

Ketua BAZNAS Kabupaten Blora, KH. Ali Muchdor, melalui Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Widodo, S.Ag, M.Pd, menyambut positif program yang dicanangkan Bupati Blora Gus Arief. 

"Kita siap menampung dan mengelola pengumpulan zakat para ASN. Jika sebelumnya dalam sebulan kita menerima sekitar 400 hingga 500 jutaan. Maka nanti bisa menerima sekitar 900 juta hingga 1 miliar per bulannya, total bisa mengumpulkan zakat sekitar 11 miliar rupiah dalam satu tahun," ungkap Widodo.

Dana yang terkumpul pada BAZNAS Kabupaten Blora, masih menurut Widodo, akan digunakan untuk kegiatan sosial yang diarahkan untuk membantu pemerintah daerah dalam rangka penanggulangan kemiskinan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji, mengapresiasi ketegasan Pemerintah Daerah Kabupaten Blora dibawah kepemimpinan Bupati Gus Arief Rohman dalam upaya pengumpulan zakat penghasilan gaji pokok ASN sebesar 2,5 persen. "Salut untuk Pak Bupati, semoga Blora kedepan bisa lebih baik lagi. Selain untuk memakmurkan masyarakat, ini juga menjadi ladang amal kita untuk mempersiapkan akhirat nanti," respon KH Ahmad Darodji. 

Acara Pembekalan dan Pentasyarufan Mustahik Produktif Binaan Penyuluh Agama Islam BAZNAS Provinsi Jawa Tengah untuk Wilayah Kabupaten Blora dan Rembang tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Jawa Tengah, KH. Ahmad Darodji, serta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Tengah, H. Musta'in Ahmad, SH., MH., serta pengurus BAZNAS Kabupaten Blora, Rembang, Kankemenag Blora, Rembang.

Bupati-Arief-Maksimalkan-BAZNAS-Kabupaten-Blora-03

BAZNAS Kabupaten Blora dan Upaya Tekan Kemiskinan

Dikabarkan oleh Blorakab, sebelumnya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blora  pernah memberikan bantuan usaha kepada sepuluh bakul atau pedagang tradisional kecil di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban. Masing-masing bantuan yang diberikan untuk 'mbok bakul' ini senilai Rp 6.000.000,- per orang.

Kebetulan, bantuan kepada 10  bakul Wado Kedungtuban itu diberikan langsung oleh Sekretaris Jendral Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT Trans), H. Anwar Sanusi, PhD didampingi H. Arief Rohman, M.Si dan perwakilan BAZNAS Kabupaten Blora. Kejadiannya pada  Rabu 19 Juli beberapa tahun lalu. 

Saat itu, Gus Arief yang masih menjabat sebagai Wakil Bupati Blora dalam sambutannya mengatakan bahwa dana bantuan bagi pedagang (bakulan) ini bersumber dari zakat, infak dan sedekah (ZIS), yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) muslim lingkup Pemerintah Kabupaten Blora, yang diperuntukkan untuk membantu warga Blora.

"Saya laporkan kepada Sekjen bahwa BAZNAS ini merupakan zakatnya PNS di Kabupaten Blora. Bantuan BAZNAS ini kami gunakan untuk membantu masyarakat utamanya kurang mampu, selain itu juga kami gunakan untuk membantu warga mengembangkan usahanya agar meningkatkan nilai ekonomi masyarakat," ucap Bupati Blora Arief Rohman pada waktu itu.

BAZNAS-Kabupaten-Blora-Upaya-Tekan-Kemiskinan

Menurutnya Gus Arief, meskipun BAZNAS tingkat Kabupaten Blora belum bisa menyerap potensi zakat 100% namum setiap tahunya sudah mengalami peningkatan. Bahkan yang awalnya dulu sekitar 20 juta, sekarang sudah mencapai 200-300 juta per tahun. "BAZNAS sendiri, salah satu fungsinya untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Blora. Bantuan permodalan untuk warga miskin dan kita bantu, kita support didampingi insyaallah bisa mandiri," lanjut Bupati Blora Arief Rohman.

Dijelaskan pula oleh Gus Arief Bupati Blora bahwa dari 10 warga penerima bantuan dari BAZNAS itu telah terdaftar pada BDT (Basis Data Terpadu) Pemerintah Kabupaten Blora. "Dengan bantuan ini mereka kami dorong untuk mandiri dan bisa keluar dari penerimaan bantuan yang nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya. Namun setelah beberapa tahun berjalan, belum dikabarkan apakah para 'mbok bakul' ini sudah bisa mandiri atau belum. 

Sekretaris Jendral Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), H. Anwar Sanusi, PhD saat itu mengapresiasi terobosan Pemerintah Kabupaten Blora dalam upaya pengentasan kemiskinan yang ada saat ini. "Ini terobosan bagus dan perlu dilakukan secara continue, guna mengentaskan angka kemiskinan," ungkap Sekjen Kemendes PDTT.

Saat ini, lanjut Sekjen, di desa-desa sedang tumbuh untuk mengubah nasibnya, karena pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sudah empat tahun ini dan masuk tahun kelima memiliki program yang namanya Dana Desa. Setiap tahunnya, lanjutnya, pemerintah pusat terus mengucurkan dana untuk pembangunan desa dan selalu meningkat. Di tahun pertama dana desa 280 juta, tahun ini rata rata 990 juta per desa.

"Semoga tahun depan sudah di atas satu miliar yang nanti dananya untuk masyarakat desa agar masyarakat desa bisa merubah nasibnya dengan menggunakan dana desa," ujar Sekjen Kemendesa PDT Trans.

Dengan bantuan dana desa yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT Trans) diharapkan jalan-jalan desa, jembatan-jembatan semakin baik dan infrastruktur semakin memadai. "Sehingga dengan hal tersebut diharapkan kesejahteraan masyarakat semakin baik. Yang nantinya dari Desa nanti akan tumbuh usaha usaha yang besar dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Sementara itu Sumiyati salah satu penerima bantuan usaha mengaku senang dan sangat berterimakasih, ia mangaku bantuan yang diberikan ini nantinya akan digunakan untuk mengembangkan usaha yang telah digeluti selama dua tahun terakhir. "Terimakasih untuk pemerintah yang telah memberikan bantuan , semoga dengan bantuan ini bisa semakin maju usaha saya dan bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," ucap Sumiyati.

Turut menyaksikan Kepala Dinsos P3A Blora, Dra. Indah Purwaningsih, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Hariyanto, SIP, M.Si, dan Camat Kedungtuban, Martono di Ballroom Java Same Hotel Kecamatan Cepu. 

BAZNAS Kabupaten Blora Salurkan Dana Rehab RTLH dan Korban Kebakaran

Kisah perjalanan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blora, Jawa Tengah lainnya adalah pernah menyerahkan bantuan sosial kepada rumah tidak layak huni dan korban kebakaran. Penyerahan bantuan dipimpin H. Arief Rohman M.Si yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Bupati Blora bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Blora KH Ali Muhdlor beserta jajarannya. Penyaluran dana tersebut berlangsung pada hari Kamis 27 September beberapa tahun lalu. 

Dikabarkan oleh Blorakab bahwa Bantuan sosial akibat kebakaran rumah disalurkan kepada korban kebakaran yang ada di Desa Kebonrejo Kecamatan Banjarejo, Desa Kamolan Kecamatan Blora, Kelurahan Wulung Kecamatan Randublatung, dan Desa Mulyorejo Kecamatan Cepu. Sedangkan bantuan untuk bedah rumah RTLH diberikan kepada salah satu warga Dukuh Keruk, Kelurahan Randublatung.

Di Desa Kebonrejo, bantuan diberikan kepada 2 KK korban kebakaran yang ada di Dukuh Pruntusan, yakni Samijan dan Ladi. Kedua KK ini rumahnya ludes terbakar akibat konsleting listrik pada tanggal 18 September lalu. Masing masing menerima bantuan sebesar Rp 5 juta untuk tambahan rehab rumah. Turut menyaksikan Camat Banjarejo, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Blora, Kades Kebonrejo dan perwakilan masyarakat sekitar.

Sementara itu, di Desa Kamolan Kecamatan Blora Kota, bantuan diberikan kepada 8 KK korban kebakaran di Dukuh Kadengan yang terjadi pada 9 September lalu dengan rincian 4 KK rusak berat dan 4 KK rusak ringan. Kepada yang rusak berat diberikan bantuan masing masing Rp 5 juta, sedangkan rusak ringan diberikan masing masing Rp 1 juta. Penyerahan dilakukan Gus Arief Bupati Blora sekarang, bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Blora di lokasi bekas kebakaran disaksikan Kades Kamolan. 

Begitu juga dengan penyerahan bantuan untuk korban kebakaran di Wulung Randublatung dan Mulyorejo Cepu. Di Wulung, bantuan diberikan kepada Tilam yang rumahnya habis terbakar pada 5 Agustus lalu. Sedangkan di Mulyorejo, bantuan diberikan kepada Hadi Suwito yang juga menjadi korban kebakaran yang meluluh lantahkan rumahnya pada 2 September lalu.

Adapun bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) diberikan kepada janda sebatang kara, Bu Yahmi warga Dukuh Keruk, Kelurahan Randublatung yang tinggal di rumah reyot hampir roboh. Bantuan senilai Rp 10 juta diharapkan bisa untuk membantu proses perbaikan rumah.

Ketua BAZNAS Kabupaten Blora, KH Ali Muhdlor menyatakan bahwa bantuan untuk korban kebakaran dan RTLH ini disalurkan berdasarkan pengajuan surat bantuan dari Kades, Lurah dan Camat. "Ada surat kepada BAZNAS sehingga kami tindaklanjuti dengan penyaluran bantuan. Semoga bantuan ini bisa untuk membantu meringankan beban para korban kebakaran dan rehab RTLH," ucapnya.

Gus Arief Bupati Blora sekarang berpesan kepada penerima bantuan agar jangan melihat besaran nominal bantuan, namun diharapkan para penerima bantuan dapat menilainya sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Blora kepada warganya yang sedang kesusahan. 

"Terimakasih juga kepada para donatur lain yang sudah bersama sama menggalang bantuan untuk saudara kita ini. Semoga rumahnya bisa segera dibangun kembali," ujar Gus Arief.

Sementara itu, rumah korban kebakaran sudah mulai dibangun secara gotong royong dari beberapa bantuan seperti Dinsos, PMI, Polres, Kodim, Kecamatan dan masyarakat sekitar. Khusus untuk rehab RTLH milik Yahmi di Dukuh Keruk, Randublatung, Gus Arief berpesan agar perbaikannya dikoordinir oleh Camat Randublatung bersama Lurah Randublatung. "Rehab RTLH Yahmi nanti biar dikoordinir Pak Camat dan Bu Lurah. Bahan bangunannya dari BAZNAS, tenaganya gotong royong bersama nggih," tegas Gus Arief di depan rumah Yahmi.

BAZNAS-Kabupaten-Blora-Rehab-RTLH-dan-Bantu-Korban-Kebakaran

Hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan RTLH, perwakilan BAZNAS Blora, Bappeda Blora, Dinsos P3A, Bagian Kesra, Bagian Humas dan Protokol, Camat Randublatung, Lurah Randublatung, dan masyarakat sekitar. 

BAZNAS Kabupaten Blora Salurkan Bantuan Permodalan UKM Binaan PUPR

Masih menurut Blorakab, H. Arief Rohman, M.Si Bupati Blora sekarang juga pernah menyerahkan bantuan permodalan yang disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Blora untuk pelaku UKM binaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pada hari Rabu tanggal 8 Agustus tahun lalu. 

Usaha Kecil atau Menengah yang diberi mempunyai produk yang dilabeli dengan brand Sate Go, kemasan sambel kacang bumbu sate yang dikemas sedemikian rupa untuk dijual. Sate Go menerima bantuan dana permodalan dari BAZNAS Kabupaten Blora juga senilai persis sama seperti yang diberikan pada para 'mbok bakul', Rp.6.000.000,-. Bantuan ini diberikan untuk tambahan modal pengembangan usaha.

Tri Umiyanti, sebagai pemilik Sate Go, menyatakan bahwa dia mampu memproduksi 15-50 sachet dengan volume 250 gram per hari. Untuk itu, dia merasa masih membutuhkan dana untuk menambah alat-alat untuk menunjang produksinya. Sedangkan untuk memasarkan produknya, Tri Umiyanti sudah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menjualnya secara online. "Sate Go juga saya jual secara online. Dan sudah ada beberapa pemesan dari Malaysia dan Singapura," ungkapnya.

DPUPR Blora, sebagai OPD Pembina UMKM berharap dengan adanya bantuan ini, maka akan meningkatkan omzet dari Sate Go. "Sate Go merupakan produk binaan kami. Dan kami menaruh harapan besar bahwa produk ini akan semakin luas jangkauan pemasarannya sehingga bisa meningkatkan ekonomi UKM," ujar Kepala DPUPR Blora, Ir. Samgautama Karnajaya, M.T.

BAZNAS-Kabupaten-Blora-Bantu-Permodalan-UKM-Binaan-PUPR

H. Arief Rohman, M.Si yang sekarang menjadi Bupati Blora pun memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah dilakukan oleh DPUPR dan BAZNAS Blora. Menurut Gus Arief, hal ini dapat merangsang peningkatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Blora. "Ini sangat bagus. Tidak hanya DPUPR saja, kami berharap seluruh OPD di Kabupaten Blora memiliki UKM binaan sehingga akan lebih banyak lagi ekonomi kerakyatan yang terarah," ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Arief Rohman Bupati sekarang juga menjelaskan bahwa dana BAZNAS berasal dari para ASN Cepu Blora yang menyisihkan sebagian gajinya. Saat itu, dana BAZNAS dapat terkumpul sebesar 375 juta/bulan. "Ya saat ini baru 375 juta/bulan. Saya berharap kesadaran seluruh ASN Blora untuk mau menyisihkan 2,5% dari gajinya untuk berzakat melalui BAZNAS agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Dengan demikian maka akan dapat terkumpul antara 900 juta-1 milyar/bulan," ungkapnya. 

BAZNAS Kabupaten Blora Salurkan Beasiswa

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten juga menyalurkan bantuan beasiswa untuk siswa/siswi kurang mampu dan dana pembangunan masjid desa. Beasiswa dan pembangunan masjid diserahkan langsung oleh H. Arief Rohman M.Si Bupati Blora sekarang didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora, H. Nuril Anwar, SH, MH; dan Ketua BAZNAS Blora Drs. KH. Ali Muchdlor, M.Pd.I. di pendopo rumah dinas bupati Blora, hari Kamis 19 April beberapa tahun lalu.

Ketua BAZNAS Kabupten Blora Drs. KH. Ali Muchdlor, M.Pd.I menyampaikan bahwa pada bulan itu bantuan yang disalurkan berupa beasiswa diberikan kepada 75 siswa/siswi kurang mampu yang berasal dari 9 Madrasah Ibtidaiyah (MI) se eks Kawedanan Blora Kota. "Masing-masing menerima Rp 250.000,00 sehingga total bantuan yang tersalurkan untuk 75 anak senilai Rp 18.750.000,00. Selain itu kami juga menyalurkan bantuan pembangunan masjid yang diberikan untuk Masjid Al Amin Desa Temengeng, Kecamatan Sambong senilai Rp 25.000.000,00. Dana itu merupakan zakat dari seluruh pegawai di Kabupaten Blora yang setiap bulan gajinya dipotong. Semoga membawa berkah untuk semuanya," ucap Drs. KH. Ali Muchdlor, M.Pd.I.

BAZNAS-Kabupaten-Blora-Salurkan-Beasiswa

Ketua BAZNAS Kabupaten Blora juga menyampaikan bahwa sebelumnya BAZNAS Kabupaten Blora juga telah menyalurkan bantuan bedah rumah di Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo; bantuan untuk korban banjir di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran; bantuan jambanisasi di Desa Bacem, Kecamatan Banjarejo, serta Desa Jepangrejo dan Desa Tempurejo Kecamatan Blora Kota. "Setiap bulan kami akan melakukan penyaluran bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan," jelasnya.

H. Arief Rohman, M.Si Bupati Blora periode 2021-2016 dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada BAZNAS yang telah menyalurkan dana bantuan untuk siswa yang kurang mampu, begitu juga untuk pembangunan masjid. "Kami ucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS untuk adik-adik kita yang kurang mampu. Semoga bermanfaat untuk membantu fasilitas pendidikan mereka sehingga kelak bisa menungjang lahirnya prestasi yang membanggakan," ujar H. Arief Rohman M.Si.

Menurutnya, saat itu angka kemiskinan di Kabupaten Blora masih sekitar 13 persen. Sehingga perlu adanya upaya upaya strategis yang harus dilakukan bersama untuk menguranginya. Salah satunya seperti kegiatan yang telah dilakukan BAZNAS Kabupaten Blora.

Hadir menyaksikan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat, Setda Kabupaten Blora, Drs. Supriyono; Kepala Bagian Humas dan Protokol, Hariyanto SIP, M.Si; serta perwakilan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), dan Dinas Pendidikan (Disdik). (Heri ireng)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel